Pengkajian Irigasi Modern dengan Otomatisasi Irigasi Terputus (Intermittent)

Pelaksanaan irigasi terputus sering terkendala karena lebih rumit dibandingkan irigasi menerus. Petani perlu sering ke lahan untuk mengontrol dan memberikan air ke lahan bila diperlukan. Sistem otomatis irigasi terputus dapat membantu mempermudah pengaplikasian irigasi terputus agar sesuai dengan kebutuhan tanaman (kelengasan tanah/tinggi muka air berada pada batas tertentu). Dalam penelitian ini, sistem otomatis disusun dalam 3 sub-sistem, yaitu sub-sistem pengukuran, pengontrolan dan pengaturan. Peralatan yang dibutuhkan dalam rancangan sistem otomatis ini meliputi sensor tinggi muka air, kelembaban, cuaca, komputer, software, flow meter dan pengatur debit (valve).

Penelitian ini direncanakan akan dilakukan selama 4 tahun (2010-2013). Penelitian pada tahun 2010 dilakukan untuk menghasilkan model fisik (prototip) sistem otomatis. Hasil pengkajian model fisik tersebut digunakan pada tahun 2011 untuk menghasilkan model sistem (software, panduan instalasi dan pemeliharaan, peralatan alternatif). Pada tahun 2012 akan dihasilkan naskah ilmiah (draft kriteria desain/spesifikasi teknik yang kemudian difinalisasi menjadi R-0 Kriteria Desain/Spesifikasi Teknik Penerapan Irigasi Terputus (Intermittent) dengan otomatisasi (tahun 2013).

Hasil uji coba menunjukkan bahwa sistem kendali yang telah dirumuskan dapat bekerja dengan baik sesuai dengan yang diharapkan. Irigasi diberikan saat batas bawah tercapai dan dihentikan saat batas atas tercapai. Pengujian lanjutan dalam waktu yang lebih lama  (hingga satu musim tanam) perlu dilakukan untuk menguji durabilitas sistem, konsumsi daya dan pola pemeliharaan yang perlu dilakukan serta untuk mengetahui nilai tambah dari pengaplikasian sistem ini terhadap efisiensi penggunaan air, pengurangan tenaga kerja untuk pengaturan air, dsb.

Tahun: